Sejarah kebudayaan mencatat banyak ditemukan cara bertutur atau transfer pengetahuan yang tidak bersifat kaku deskriptif informatif. Salah satunya adalah bercerita dengan kerangka “Mitos”. Bahkan sebelum ditemukan ilmu sains modern tentang manfaat menjaga lingkungan bagi kelangsungan hidup manusia, mitos telah berabad-abad lebih dulu punya cara sendiri untuk dipahami masyarakat. Kita harus menjaga kelestarian hutan, karena ada “penunggunya”, dan lain sebagainya. Cerita-cerita momok / tahayul / pamali / ora ilok yang dipercaya masyarakat, sulit untuk dijangkau akal sehat, dan menjadi bagian dari tumbuhnya peradaban kita saat ini. Mari berefleksi atas mitos-mitos yang kita warisi lewat para pencerita berikut ini :

  1. Fauzan Ashikin – Guru SD
  2. Riboet A.B. — Pekerja
  3. Iwan Pribadi – Marcomm / Penulis / Blogger
  4. Lisistrata Lusandiana – Penggemar Kajian Budaya

Malam Bercerita merupakan program Yogyatourium yang diadakan setiap bulan. Acara ini memberikan ruang bagi siapa saja yang ingin membagikan pengalaman membaca atau menulis karya sastra seperti puisi / novel / cerpen / cerbung dan lainnya. Membacakan cerita karya sendiri ataupun penulis lain. Siapa saja bisa ikut bercerita dengan mendaftarkan diri saat hadir dalam Malam Bercerita.

Selain menyaksikan penampilan storytelling dan ikut forum sharing, akan ada beberapa kegiatan yang bisa diikuti. Kamu bisa membawa buku-buku milikmu yang sudah lama menumpuk di rumah untuk teman-teman yang memilki kesulitan akses buku di daerahnya. Teman-teman dari Buku Bagi NTT akan membantu menyalurkan Donasi Buku ke NTT. Untuk yang ingin menambah koleksi buku, apalagi buku-buku yang jarang ditemukan di toko buku terdekat, dalam Malam Bercerita #9 akan menghadirkan buku-buku yang bisa kamu beli dari Penerbit Buku Indie di Jogja.

 

Rabu, 5 September 2018

19.00 WIB

Yogyatourium

 

Free limited seat

Link pendaftaran :

bit.ly/malambercerita09

Info : 0822 2085 0123